Senin, 24 Oktober 2016

Filsafat.Metateori.blogspot.com



NAMA : EQI FITRI MAREHAN
NIM     : 2018415
PEMBAHASAN TENTANG METATEORI SEBAGAI FILSAFAT KOMUNIKASI

Beberapa perbedaan penting antara kerangka filosofis yang memengaruhi sudut pandang pada pembangunan teori dapat ditelusuri pada dasar metateori. Metateori, seperti istilahnya ,adalah teori tentang teori .pertimbangan metateori mencangkup komitmen filosofis pada masalah –masalah seperti; bagaimana pembuatan teori bisa bejalan; apa harus dihitung  sebagai pengetahuan tentang dunia social ;dan bagaimana teori seharusnya digunakan untuk mengarahkan tindakan social .
Miller (2002) menyebutkan pembahasan masalah metateori ini mungkin berawal dari publikasi Thomas Kuhn (1992) dalam bukunya itu ‘’the structure of sciencetific revolution ‘’ dalam bukunya itu ,Kuhn membahas sejumlah topic ,yaitu pengantar : sebuah pengantar bagi sejarah ,jalan menuju sains yang normal,sifat sains yang normal,sains yang normal sebagai pemecah teka-teki, keunggulan pradikma ,anomali dan munculnya sains ,kerisis dan munculnya teori sains ,tanggapan terhadap krisis ,sifat dan perlunya revolusi sains, revolusi sebagai perubahan pandangan atas dunia ,tak tampaknya suatu revolusi ,kemajuan melalui revolusi.
Meta berarti sesudah ,diatas, melampaui . kata ‘’ meta ‘’secara filosofis mengandung arti transendensi (mengatasi) atau pada suatu ukuran yang lebih tinggi pada umumnya meta bisa diterjemahkan sebagai studi tentang ciri-ciri atau kulitas atau kondisi diseberang .apa saja yang ditambahkan awalan meta .contoh, metabahasa berarti studi ihwal ciri-ciri ,kualitas atau kondisi yang melampaui bahasa
Metateori adalah teori yang lain .metateori mempelajari system proposisi dan konsep-konsep dari teori lain itu serta menunjukan batas-batas maupun saran memperkenalkan konsep-konsep dan bukti baru bagi proposisi /pernyataan teori itu.metateori memungkinkan untuk membangun suatu teori tertentu secara lebih rasional .melalui metateori kita dapat mempelajari kondisi –kondisi bagi perumusan suatu teori ilmiah ,sifat sintaksis dan sematik dari bahasa yang dirumuskan .
Metateori seperti istilahnya ,adalah teori tentang teori .pertimbangan metateori mencangkup komitmen filosofis pada masalah –masalah aspek apa dari dunia social yang dapat dan harus dibuat teori nya .  tiga tahap penurunannya pengetahuan dari metateori sampai deskriptif kesemuanya struktur ontology ,epismologi,dan aksiologi .ini berarti hakekatnya filsafat menjadi basis bagi struktur ilmu pengetahuan ,termasuk komunikasi .
Metateori adalah suatu struktur spekulasi dalam penelitian yang menentukan ciri khas atau landasan dasar suatu pengetahuan .Metateori membicarakan ihwal : apa yang hendak diamati ,bagaimana pengamatan dilakukan ,dan bentuk teori apa yang diambil (Little John .2002 :6) alasan lain penggunaan metateori adalah teori merupakan tujuan dasar ilmu ,jadi metateori yang membicarakan apa,bagaimana,dan bentuk dibelakang teori dapat dissebut sebagai landasan dasar dari suatu ilmu .kita tahu bahwa pengkajian ihwal landasan ilmu merupakan wilayah kajian dari filasafat (suatu) ilmu.
Miller (2002) mencoba membahas tiga bidang spesifik dari metateori dari aspek ontologi ,epistemologi (dan masalah yang terkait dengan metodologi),dan aksiologi .pembagian ini dapat membantu kita dalam memetakan sudut pandang yang berbeda dalam penelitian komunikasi atau ilmu social secara umum .Dalam bagian ini kita mencoba sekadar menggambar dan mendifinisikan batasan dan contours (kontur) dari peta pembahasan metateori ,yaitu ontology ,epismologi,dan akssilogi.
a.Ontologi
Penelitian ontologi dalam filsafat mencangkup penelitian pada sifat makhluk .dalam bahasan metateori dalam bahasan metateori dalam penelitian social ,pertanyaan ontologi mencangkup masalah seperti ‘’ apa sifat kenyataan ?’’ dan apa sifat kenyataan bisa diketahui ?’’(Guba ,1990)dengan kata lain ,pertanyaan tentang ontologi membicarakan sifat dari fenomena yang kita bicarakan dalam keilmuan kata-kata apa dalam pembentukan teori .Bagi peneliti dalam bidang sosial seperti komunikasi .ini mencangkup pertimbangan sifat dunia sosial dan entis yang mendiami dunia.Burrell dan morgan ,dalam miller (2002),menandai satu posisi pada peta ontologi sebagai sikap realis .Banyak ilmuan mengambil sikap realis mengenai dunia fisik –seperti mereka yakin pada kebenaran kekerasan batu ,pohon ,planet dan sebagainya .Menurut ahli realis sosial ‘’dunia sosial yang ekternal bagi persepsi manusia adalah dunia nyata yang terbuat dari struktur –struktur yang ada ‘’disana’’dan yang tidak bergantung pada peersepsi individu bagi penganut realis .
Sisi lain dari spectrum ontologi adalah sikap nominalis .’’posisi nominalis terpusat pada anggapan bahwa dunia sosial adalah ekternal pada persepsi individu tersusun tidak lebih dari sekedar nama ,secara singkat ,masalah metateoretis sentral adalah sudut pandang ontologis yang diambil seseorang dalam dunia sosial .Ontologi seorang ahli teori sosial bisa menjadi realis dengan menepatkan kenyataan  kuat dan nyata baik objek fisik maupun sosial .Atau sudut pandang ahli teori bisa menjadi nominalis dalam pernyataan bahwa kenyataan entitas sosial hanya terjadi dalam nama dan label yang kita berikan.
b.Epistemologi.
Penelitian epistemologis dalam filosofi mencangkup pertanyaan seperti penciptaan dan pertumbuhan pengetahuan .pertanyaan umum epismologi bisa seperti ‘’apa yang termasuk sebagai pengetahuan dunia social? ‘’,’’apa yang kita ketahui ?’’, seperti pertanyaan ontologi perdebatan epismologi mengemuka dalam penelitian sosial memang banyak perdebatan tentaang epismologi berakar pada perdebatan seputar ontologi karena konsepsi kita tentang sifat dunia sosial memengaruhi pemahaman kita tentang bagaimana kita tentang dunia sosial .Posisi epismologi yang mendominasi pemikiran ilmu eksata dan sosial selama abad 20 adalah posisi objektivis .Meskipun sudut pandang ini memiliki banyak varian ,beberapa aspek dari epistemologi objektivis sangat penting.Pertama ,objektivis meyakini bahwa kita dapat memahami dan menjelaskan dunia sosial dan bahwa penjelasan tentang dunia sosial terakumulasi melalui upaya komunitas ilmuan .Kedua ,objektivis yakin bahwa penngetahuan tentang dunia sosial dapat diperoleh melalui pencarian kesamaan dan hubungan sebab antar komponen dari dunia sosial .Ketiga ,objektivis yakin bahwa regularitas dan hubungan sebab bisa ditenukan jika terdapat pemisahan antara peneliti dan subjek yang diteliti (kerlinger ,dalam Miller .2002) .Pilihan metodologis seperti ini terkait erat dengan masalah epismologi dalam penelitian sosial .Secara singkat ,dasar epismologi mencangkup pemikiran ahli teori tentang apa itu pengetahuan dan bagaimana pengetahuan bisa dilibatkan dalam dunia sosial .bagi objektivis ,pengetahuan harus diambil melalui upaya dari stu komunitas ilmuan menggunakan metode ilmiah yang sudah ada .Sebaliknya ,sudut pandang epistemologi subjektivis menyatakan bahwa pengetahuan terletak dalam situasi local dank arena itu harus disimpan melalui pengalaman atau melalui interaksi kontinyu dengan yang mengalami .
C.Aksiologi
Rangkain terakhir dari masalah metateori yang harus dipikirkan adalah aksiologi atau penelitian nilai .Pandangan klasik ilmiah dari topic ini adalah bahwa nilai atidak boleh berperan dalam praktik peneliti .Philips ,dalam Miller (2002) berpendapat ,ilmuan yang menganut pandangan ini percaya bahwa ‘’ilmu pengetahuan social harus mengapus nilai ‘’karena ‘’jika membiarkan celah untuk masuknya nilai ,maka objektivitas akan hilanh melalui celah yang sama ,salah satu sudut pandang menyatakan bahwa peran nilai dalam penelitian sosial bisa dipilih dengan membedakan diantara beragam jenis nilai dan aspek yang berbeda dari proses ilmiah .Misalnya ,George Howard dalam Miller (2002) membedakan antara nilai no-epistemik (emosi ,moral,dan nilai etis )dan nilai epistemik (nilai mengenai apa yang mencangkup teori dan penelitian yang baik ) Argumen yang sama dibuat dengan membedakan antara kotenks penemuan dimana masalah penelitian dipilih dan dirumuskan serta konteks justifikasi dimana hipotesis penelitian diperiksa ,diuji dan dievaluasi secara kritis .Karl Popper ,daLAM Miller (2002) berpendapat bahwa kita tidak dapat (dan tidak boleh) menghilangkan nilai-nilai konteks penemuan tetapi dalam konteks verifikasi kita harus memiliki mekanisme yang bisa menerima penghapusan nilai yang terlalu ilmiah dari aktivitas ilmiah.
Filsafat ilmu berbasis metateori tidak menganggap adanya satu basis ilmu komunikasi yang tunggal .Filsafat ilmu komunikasi dalam buku ini justru hendaak mengemukakan bagaimana pergeseran basis ilmu dan apa pengaruhnya pada model-model pencarian kebenaran /pengetahuan ilmu komunikasi .ketidaktunggalan ini berpengaruh pada cara pandang kita terhadap suatu teori.Suatu teori tidak  bisa diterima sebagai sebuah paradigma yang ajeg ,melainkan hanya sebagai salah satu perspektif suatu sudut pandang tertentu saja.                       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar