NAMA : EQI FITRI
MAREHAN
NIM : 2018415
PEMBAHASAN TENTANG
METATEORI SEBAGAI FILSAFAT KOMUNIKASI
Beberapa perbedaan penting antara
kerangka filosofis yang memengaruhi sudut pandang pada pembangunan teori dapat
ditelusuri pada dasar metateori. Metateori, seperti istilahnya ,adalah teori
tentang teori .pertimbangan metateori mencangkup komitmen filosofis pada
masalah –masalah seperti; bagaimana pembuatan teori bisa bejalan; apa harus
dihitung sebagai pengetahuan tentang
dunia social ;dan bagaimana teori seharusnya digunakan untuk mengarahkan
tindakan social .
Miller (2002) menyebutkan
pembahasan masalah metateori ini mungkin berawal dari publikasi Thomas Kuhn
(1992) dalam bukunya itu ‘’the structure of sciencetific revolution ‘’ dalam
bukunya itu ,Kuhn membahas sejumlah topic ,yaitu pengantar : sebuah pengantar
bagi sejarah ,jalan menuju sains yang normal,sifat sains yang normal,sains yang
normal sebagai pemecah teka-teki, keunggulan pradikma ,anomali dan munculnya
sains ,kerisis dan munculnya teori sains ,tanggapan terhadap krisis ,sifat dan
perlunya revolusi sains, revolusi sebagai perubahan pandangan atas dunia ,tak
tampaknya suatu revolusi ,kemajuan melalui revolusi.
Meta berarti sesudah ,diatas,
melampaui . kata ‘’ meta ‘’secara filosofis mengandung arti transendensi
(mengatasi) atau pada suatu ukuran yang lebih tinggi pada umumnya meta bisa
diterjemahkan sebagai studi tentang ciri-ciri atau kulitas atau kondisi
diseberang .apa saja yang ditambahkan awalan meta .contoh, metabahasa berarti studi
ihwal ciri-ciri ,kualitas atau kondisi yang melampaui bahasa
Metateori adalah teori yang lain
.metateori mempelajari system proposisi dan konsep-konsep dari teori lain itu
serta menunjukan batas-batas maupun saran memperkenalkan konsep-konsep dan
bukti baru bagi proposisi /pernyataan teori itu.metateori memungkinkan untuk
membangun suatu teori tertentu secara lebih rasional .melalui metateori kita
dapat mempelajari kondisi –kondisi bagi perumusan suatu teori ilmiah ,sifat
sintaksis dan sematik dari bahasa yang dirumuskan .
Metateori seperti istilahnya
,adalah teori tentang teori .pertimbangan metateori mencangkup komitmen
filosofis pada masalah –masalah aspek apa dari dunia social yang dapat dan
harus dibuat teori nya . tiga tahap
penurunannya pengetahuan dari metateori sampai deskriptif kesemuanya struktur
ontology ,epismologi,dan aksiologi .ini berarti hakekatnya filsafat menjadi
basis bagi struktur ilmu pengetahuan ,termasuk komunikasi .
Metateori adalah suatu struktur
spekulasi dalam penelitian yang menentukan ciri khas atau landasan dasar suatu
pengetahuan .Metateori membicarakan ihwal : apa yang hendak diamati ,bagaimana
pengamatan dilakukan ,dan bentuk teori apa yang diambil (Little John .2002 :6)
alasan lain penggunaan metateori adalah teori merupakan tujuan dasar ilmu ,jadi
metateori yang membicarakan apa,bagaimana,dan bentuk dibelakang teori dapat
dissebut sebagai landasan dasar dari suatu ilmu .kita tahu bahwa pengkajian
ihwal landasan ilmu merupakan wilayah kajian dari filasafat (suatu) ilmu.
Miller (2002) mencoba membahas tiga
bidang spesifik dari metateori dari aspek ontologi ,epistemologi (dan masalah
yang terkait dengan metodologi),dan aksiologi .pembagian ini dapat membantu
kita dalam memetakan sudut pandang yang berbeda dalam penelitian komunikasi
atau ilmu social secara umum .Dalam bagian ini kita mencoba sekadar menggambar
dan mendifinisikan batasan dan contours (kontur) dari peta pembahasan metateori
,yaitu ontology ,epismologi,dan akssilogi.
a.Ontologi
Penelitian ontologi dalam filsafat
mencangkup penelitian pada sifat makhluk .dalam bahasan metateori dalam bahasan
metateori dalam penelitian social ,pertanyaan ontologi mencangkup masalah
seperti ‘’ apa sifat kenyataan ?’’ dan apa sifat kenyataan bisa diketahui
?’’(Guba ,1990)dengan kata lain ,pertanyaan tentang ontologi membicarakan sifat
dari fenomena yang kita bicarakan dalam keilmuan kata-kata apa dalam
pembentukan teori .Bagi peneliti dalam bidang sosial seperti komunikasi .ini
mencangkup pertimbangan sifat dunia sosial dan entis yang mendiami
dunia.Burrell dan morgan ,dalam miller (2002),menandai satu posisi pada peta
ontologi sebagai sikap realis .Banyak ilmuan mengambil sikap realis mengenai
dunia fisik –seperti mereka yakin pada kebenaran kekerasan batu ,pohon ,planet
dan sebagainya .Menurut ahli realis sosial ‘’dunia sosial yang ekternal bagi
persepsi manusia adalah dunia nyata yang terbuat dari struktur –struktur yang
ada ‘’disana’’dan yang tidak bergantung pada peersepsi individu bagi penganut
realis .
Sisi lain dari spectrum ontologi adalah sikap nominalis
.’’posisi nominalis terpusat pada anggapan bahwa dunia sosial adalah ekternal
pada persepsi individu tersusun tidak lebih dari sekedar nama ,secara singkat
,masalah metateoretis sentral adalah sudut pandang ontologis yang diambil
seseorang dalam dunia sosial .Ontologi seorang ahli teori sosial bisa menjadi
realis dengan menepatkan kenyataan kuat
dan nyata baik objek fisik maupun sosial .Atau sudut pandang ahli teori bisa
menjadi nominalis dalam pernyataan bahwa kenyataan entitas sosial hanya terjadi
dalam nama dan label yang kita berikan.
b.Epistemologi.
Penelitian epistemologis dalam
filosofi mencangkup pertanyaan seperti penciptaan dan pertumbuhan pengetahuan
.pertanyaan umum epismologi bisa seperti ‘’apa yang termasuk sebagai
pengetahuan dunia social? ‘’,’’apa yang kita ketahui ?’’, seperti pertanyaan
ontologi perdebatan epismologi mengemuka dalam penelitian sosial memang banyak
perdebatan tentaang epismologi berakar pada perdebatan seputar ontologi karena
konsepsi kita tentang sifat dunia sosial memengaruhi pemahaman kita tentang
bagaimana kita tentang dunia sosial .Posisi epismologi yang mendominasi
pemikiran ilmu eksata dan sosial selama abad 20 adalah posisi objektivis
.Meskipun sudut pandang ini memiliki banyak varian ,beberapa aspek dari
epistemologi objektivis sangat penting.Pertama ,objektivis meyakini bahwa kita
dapat memahami dan menjelaskan dunia sosial dan bahwa penjelasan tentang dunia
sosial terakumulasi melalui upaya komunitas ilmuan .Kedua ,objektivis yakin bahwa
penngetahuan tentang dunia sosial dapat diperoleh melalui pencarian kesamaan
dan hubungan sebab antar komponen dari dunia sosial .Ketiga ,objektivis yakin
bahwa regularitas dan hubungan sebab bisa ditenukan jika terdapat pemisahan
antara peneliti dan subjek yang diteliti (kerlinger ,dalam Miller .2002)
.Pilihan metodologis seperti ini terkait erat dengan masalah epismologi dalam
penelitian sosial .Secara singkat ,dasar epismologi mencangkup pemikiran ahli
teori tentang apa itu pengetahuan dan bagaimana pengetahuan bisa dilibatkan
dalam dunia sosial .bagi objektivis ,pengetahuan harus diambil melalui upaya
dari stu komunitas ilmuan menggunakan metode ilmiah yang sudah ada .Sebaliknya
,sudut pandang epistemologi subjektivis menyatakan bahwa pengetahuan terletak
dalam situasi local dank arena itu harus disimpan melalui pengalaman atau
melalui interaksi kontinyu dengan yang mengalami .
C.Aksiologi
Rangkain terakhir dari masalah
metateori yang harus dipikirkan adalah aksiologi atau penelitian nilai
.Pandangan klasik ilmiah dari topic ini adalah bahwa nilai atidak boleh
berperan dalam praktik peneliti .Philips ,dalam Miller (2002) berpendapat
,ilmuan yang menganut pandangan ini percaya bahwa ‘’ilmu pengetahuan social
harus mengapus nilai ‘’karena ‘’jika membiarkan celah untuk masuknya nilai
,maka objektivitas akan hilanh melalui celah yang sama ,salah satu sudut
pandang menyatakan bahwa peran nilai dalam penelitian sosial bisa dipilih
dengan membedakan diantara beragam jenis nilai dan aspek yang berbeda dari
proses ilmiah .Misalnya ,George Howard dalam Miller (2002) membedakan antara nilai
no-epistemik (emosi ,moral,dan nilai etis )dan nilai epistemik (nilai mengenai
apa yang mencangkup teori dan penelitian yang baik ) Argumen yang sama dibuat
dengan membedakan antara kotenks penemuan dimana masalah penelitian dipilih dan
dirumuskan serta konteks justifikasi dimana hipotesis penelitian diperiksa
,diuji dan dievaluasi secara kritis .Karl Popper ,daLAM Miller (2002)
berpendapat bahwa kita tidak dapat (dan tidak boleh) menghilangkan nilai-nilai
konteks penemuan tetapi dalam konteks verifikasi kita harus memiliki mekanisme
yang bisa menerima penghapusan nilai yang terlalu ilmiah dari aktivitas ilmiah.
Filsafat ilmu berbasis metateori
tidak menganggap adanya satu basis ilmu komunikasi yang tunggal .Filsafat ilmu
komunikasi dalam buku ini justru hendaak mengemukakan bagaimana pergeseran
basis ilmu dan apa pengaruhnya pada model-model pencarian kebenaran
/pengetahuan ilmu komunikasi .ketidaktunggalan ini berpengaruh pada cara
pandang kita terhadap suatu teori.Suatu teori tidak bisa diterima sebagai sebuah paradigma yang
ajeg ,melainkan hanya sebagai salah satu perspektif suatu sudut pandang
tertentu saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar