PERANCANAAN
MANAJEMEN
Diajukan
untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
ASAS-ASAS
MANAJEMEN yang diasuh oleh : Drs Asmadi
Sanjaw
Disusun
oleh :
EQI
FITRI MAREHAN
2018415
Ilmu
Komunikasi
SEKOLAH
TINGGI ILMU SOSIAL DAN POLITIK PAHLAWAN 12
SUNGAILIAT
BANGKA BELITUNG
Alamat :
Jl. Diponegoro No.16 (Eks.Kantor DPRD Bangka) Sungailiat-Bangka 33215
PROVINSI
BANGKA – BELITUNG PHONE (0717)92750
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena pada rahmat –NYA lah saya dapat
menyelesaikan makalah perancanaan manajemen
Akhirnya
saya menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan
hati, saya menerima kritik dan saran agar penyusunan makalah selanjutnya
menjadi lebih baik. Akhir kata, dengan ini saya mengucapkan banyak terima kasih
dan semoga karya tulis ini bermanfaat bagi para pembaca.
Sungailiat,18 oktober 2016
eqi fitri marehan
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Setiap organisasi perlu melakukan
suatu perencanaan dalam setiap kegiatan organisasinya, baik perencanaan
produksi, perencanaan rekrutmen karyawan baru, program penjualan produk baru,
maupun perencaan anggarannya. Perencanaan (planning) merupakan proses dasar
bagi organisasi untuk memilih sasaran dan menetapkan bagaimana cara
mencapainya.
Oleh karena itu, perusahaan harus menetapkan tujuan dan
sasaran yang hendak dicapai sebelum melakukan proses-proses perencanaan.
Perencanaan merupakan tahapan
paling penting dari suatu fungsi manajemen, terutama dalam menghadapi
lingkungan ekternal yang berubah dinamis. Dalam era globalisasi ini,
perencanaan harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis dan
bukan hanya pada intuisi dan firasat (dugaan).
Salah satu maksud dibuat
perencanaan adalah melihat program-program yang akan dijalankan untuk
meningkatkan kemungkinan tercapainya tujuan-tujuan organisasi di waktu yang
akan datang. Perencanaan organisasi harus aktif, dinamis, berkesinambungan dan
kreatif, sehingga manajemen tidak hanya bereaksi terhadap lingkungannya, tapi
lebih menjadi peserta aktif dalam dunia usaha. Pokok pembahasan dalam paper ini
berfokus pada perkenalan konsep perencanaan, alasan pentingnya perencanaan dalam
mencapai tujuan dan bagaimana mengefektifkan perencanaan tersebut.
Perencanaan adalah proses
mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu,
dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan
proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan
fungsi-fungsi lain pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan
dapat berjalan dengan lancar. Rencana dapat berupa rencana informal atau
rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan
merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal
adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka
waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi,
artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana
formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang
apa yang harus dilakukan.
Tujuan perencanaan yang
pertama adalah untuk memberikan pengarahan untuk anggota organisasi. Dengan
rencana,anggota dapat mengetahui apa yang harus mereka capai, dengan siapa
mereka harus bekerja sama, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan
organisasi. Tanpa rencana,suatu organisasi mungkin akan bekerja sendiri-sendiri
secara serampangan, sehingga kerja organisasi kurang efesien.
Tujuan kedua adalah untuk
mengurangi ketidakpastian. Ketika seorang anggota membuat rencana, ia dipaksa
untuk melihat jauh ke depan, meramalkan perubahan, memperkirakan efek dari
perubahan tersebut, dan menyusun rencana untuk menghadapinya.
Tujuan yang terakhir
adalah untuk menetapkan tujuan dan standar yang digunakan dalam fungsi
selanjutnya, yaitu proses pengontrolan dan pengevalusasian. Proses
pengevaluasian atau evaluating adalah proses membandingkan rencana dengan
kenyataan yang ada. Tanpa adanya rencana, manajer tidak akan dapat menilai
kinerja suatu organisasi
1.2 RUMUSAN MASALAH
Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah :
1. Apa itu
Perencanaan dan Manajemen ?
2. Apa yang dimaksud efektivitas perencanaan ?
3. Apa yang menjadi batasan dalam Perencanaan dan Manajemen ?
4. Apa saja yang menjadi unsur dan elemen dari Perencanaan?
5. Apa yang dimaksud klasifikasi
perencanaan manajemen ?
6. Jelaskan Pembagian Perencanaan ?
7.Apa yang
dimaksud filsafat manjemen ?
8. Jelaskan teori Manajemen menurut beberapa ahli
?
1.3
TUJUAN MAKALAH
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk :
Memenuhi tugas mata kuliah Dasar-Dasar Manajemen Komunikasi dan Mengetahui
serta memahami tentang fungsi dan bentuk perencanaan dalam manajemen organisasi
dan aplikasi yang berkaitan dengan manajemen organisasi.
1.4
MANFAAT MAKALAH
Manfaat penulisan makalah ini adalah :
1. Menambah referensi pustaka yang berhubungan dengan Perencanaan dalam
Manajemen Organisasi.
2. Pengalaman yang berharga bagi penulis dalam rangka menambah wawasan dan
pengetahuan tentang Perencanaan Manajemen Organisasi beserta aplikasinya
BAB II
PEMBAHASAN
2.1PERENCANAAN DAN MANAJEMEN
A. Perencanaan
Dalam manajemen, perencanaan
adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai
tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan
merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan
fungsi-fungsi lain—pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan—tak akan
dapat berjalan. Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal.
Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan
bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana
tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu.
Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap
anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat
untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus
dilakukan.
B. Tujuan
Stephen Robbins dan Mary
Coulter mengemukakan empat tujuan perencanaan. Tujuan pertama adalah untuk
memberikan pengarahan baik untuk manajer maupun karyawan nonmanajerial. Dengan
rencana, karyawan dapat mengetahui apa yang harus mereka capai, dengan siapa
mereka harus bekerja sama, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan
organisasi. Tanpa rencana, departemen dan individual mungkin akan bekerja
sendiri-sendiri secara serampangan, sehingga kerja organisasi kurang efesien.
Tujuan kedua adalah untuk
mengurangi ketidakpastian. Ketika seorang manajer membuat rencana, ia dipaksa
untuk melihat jauh ke depan, meramalkan perubahan, memperkirakan efek dari
perubahan tersebut, dan menyusun rencana untuk menghadapinya.
Tujuan ketiga adalah untuk
meminimalisir pemborosan. Dengan kerja yang terarah dan terencana, karyawan
dapat bekerja lebih efesien dan mengurangi pemborosan. Selain itu, dengan
rencana, seorang manajer juga dapat mengidentifikasi dan menghapus hal-hal yang
dapat menimbulkan inefesiensi dalam perusahaan. Tujuan yang terakhir adalah
untuk menetapkan tujuan dan standar yang digunakan dalam fungsi selanjutnya,
yaitu proses pengontrolan dan pengevalusasian. Proses pengevaluasian atau
evaluating adalah proses membandingkan rencana dengan kenyataan yang ada. Tanpa
adanya rencana, manajer tidak akan dapat menilai kinerja perusahaan. Selain
keempat hal tersebut, sebagian besar studi menunjukan adanya hubungan antara
perencanaan dengan kinerja perusahaan.
C. Elemen perencanaan
Perencanaan terdiri dari dua
elemen penting, yaitu sasaran (goals) dan rencana itu sendiri (plan).
D. Sasaran
Sasaran adalah hal yang
ingin dicapai oleh individu, grup, atau seluruh organisasi. Sasaran sering pula
disebut tujuan. Sasaran memandu manajemen membuat keputusan dan membuat
kriteria untuk mengukur suatu pekerjaan. Sasaran dapat dibagi menjadi dua
kelompok, yaitu sasaran yang dinyatakan (stated goals) dan sasaran riil.
Stated goals adalah sasaran yang dinyatakan organisasi kepada masyarakat luas.
Sasaran seperti ini dapat dilihat di piagam perusahaan, laporan tahunan,
pengumuman humas, atau pernyataan publik yang dibuat oleh manajemen. Seringkali
stated goals ini bertentangan dengan kenyataan yang ada dan dibuat hanya untuk
memenuhi tuntutan stakeholder perusahaan.
Sedangkan sasaran riil adalah sasaran yang benar-benar dinginkan oleh
perusahaan. Sasaran riil hanya dapat diketahui dari tindakan-tindakan
organisasi beserta anggotanya.
Ada dua pendekatan utama
yang dapat digunakan organisasi untuk mencapai sasarannya. Pendekatan pertama
disebut pendekatan tradisional. Pada pendekatan ini, manajer puncak memberikan
sasaran-sasaran umum, yang kemudian diturunkan oleh bawahannya menjadi
sub-tujuan (subgoals) yang lebih terperinci. Bawahannya itu kemudian
menurunkannya lagi kepada anak buahnya, dan terus hingga mencapai tingkat
paling bawah.
Pendekatan ini mengasumsikan bahwa manajer puncak adalah orang yang tahu
segalanya karena mereka telah melihat gambaran besar perusahaan. Kesulitan
utama terjadi pada proses penerjemahan sasaran atasan oleh bawahan. Seringkali,
atasan memberikan sasaran yang cakupannya terlalu luas seperti "tingkatkan
kinerja," "naikkan profit," atau "kembangkan
perusahaan," sehingga bawahan kesulitan menerjemahkan sasaran ini dan
akhirnya salah mengintepretasi maksud sasaran itu (lihat gambar).
Pendekatan kedua disebut dengan management
by objective atau MBO. Pada pendekatan ini, sasaran dan tujuan organisasi tidak
ditentukan oleh manajer puncak saja, tetapi juga oleh karyawan. Manajer dan
karyawan bersama-sama membuat sasaran-sasaran yang ingin mereka capai. Dengan
begini, karyawan akan merasa dihargai sehingga produktivitas mereka akan
meningkat. Namun ada beberapa kelemahan dalam pendekatan MBO. Pertama,
negosiasi dan pembuatan keputusan dalam pendekatan MBO membutuhkan banyak
waktu, sehingga kurang cocok bila diterapkan pada lingkungan bisnis yang sangat
dinamis. Kedua, adanya kecenderungan karyawan untuk bekerja memenuhi sasarannya
tanpa mempedulikan rekan sekerjanya, sehingga kerjasama tim berkurang. Ada juga
yang bilang MBO hanyalan sekedar formalitas belaka, pada akhirnya yang
menentukan sasaran hanyalah manajemen puncak sendiri.
E. Rencana
Rencana dibagi
berdasarkan cakupan, jangka waktu, kekhususan, dan frekuensi penggunaannya.
Berdasarkan cakupannya, rencana dapat dibagi menjadi rencana strategis dan
rencana operasional.
Rencana strategis adalah rencana umum yang berlaku di seluruh lapisan
organisasi sedangkan rencana operasional adalah rencana yang mengatur kegiatan
sehari-hari anggota organisasi. Berdasarkan jangka waktunya, rencana dapat
dibagi menjadi rencana jangka panjang dan rencana jangka pendek. Rencana jangka
panjang umumnya didefinisikan sebagai rencana dengan jangka waktu tiga tahun,
rencana jangka pendek adalah rencana yang memiliki jangka waktu satu tahun.
Sementara rencana yang berada di antara keduanya dikatakan memiliki
intermediate time frame. Menurut kekhususannya, rencana dibagi menjadi rencana
direksional dan rencana spesifik. Rencana direksional adalah rencana yang hanya
memberikan guidelines secara umum, tidak mendetail. Misalnya seorang manajer
menyuruh karyawannya untuk "meningkatkan profit 15%." Manajer
tidak memberi tahu apa yang harus dilakukan untuk mencapai 15% itu. Rencana
seperti ini sangat fleksibel, namun tingkat ambiguitasnya tinggi. Sedangkan
rencana spesifik adalah rencana yang secara detail menentukan cara-cara yang
harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Selain menyuruh karyawan untuk
"meningkatkan profit 15%," ia juga memberikan perintah mendetail,
misalnya dengan memperluas pasar, mengurangi biaya, dan lain-lain.
Terakhir, rencana dibagi berdasarkan frekuensi penggunannya, yaitu single use
atau standing. Single-use plans adalah rencana yang didesain untuk dilaksanakan
satu kali saja. Contohnya adalah "membangun 6 buah pabrik di China atau
"mencapai penjualan 1.000.000 unit pada tahun 2006." Sedangkan
standing plans adalah rencana yang berjalan selama perusahaan tersebut berdiri,
yang termasuk di dalamnya adalah prosedur, peraturan, kebijakan, dan lain-lain.
Arti
Manajemen
1.Pengertian
Manajemen.
Manajemen adalah Suatu Proses dalam
rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber
daya organisasi lainnya.
2.Proses Manajemen.
a.Perencanaan:
Proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan
di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk
mewujudkan target dan tujuan organisasi.
b.Pengorganisasian:
Proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan
dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan
tangguh,sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif,dan dapat memastikan
bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efesien
guna pencapaian tujuan organisasi.
c.Pengarahan:
Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam
organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan
tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.
d.Pengendalian:
Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah
direncanakan,diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan
target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan
dunia bisnis yang dihadapi.
3.Manajemen
ada 4,yaitu :
a.Manajemen Sumber Daya Manusia:
Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh SDM yang terbaik bagi
bisnis yang kita jalankan dan bagiamana SDM yang terbaik tersebut dapat
dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang
senantiasa konstan ataupun bertambah.
b.Manajemen Operasional:
Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai
dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen,dengan teknik
produksi yang seefesien mungkin,dari mulai pilihan lokasi produksi hingga
produksi akhir yang dihasilkan dalam proses produksi.
c.Manajemen Pemasaran:
Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk
mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen,dana bagaimana
cara pemenuhannya dapat diwujudkan.
d.Manajemen Keuangan:
Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk
memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara
ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit.Tugas manajemen keuangan diantaranya
merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh,dan dengan cara bagaimana
modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang
dijalankan.
2.2 efektivitas perencanaan
Efektifitas perencanaan
Perencanaan yang baik dan efektif akan berjalan baik dan
baik atau tidaknya menurut George R Terry dapat diketahui melalui
pertanyaan-pertanyaan dasar mengenai perencanaan, yaitu 5W+1H :
A. What (apa),
Membicarakan masalah tentang apa yang menjadi
tujuan sebuah perencanaan dan hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai
tujuan perencanaan tersebut.
B. Why (mengapa),
Membicarakan masalah mengapa tujuan tersebut
harus dicapai dengan mengapa beragam kegiatan dilakukan untuk mencapai tujuan
tersebut
C.Where (dimana),
Membicarakan masalah dimana program dalam perencanaan
tersebut dilaksanakan
D.When (kapan),
Membicarakan masalah kapan kegiatan tersebut akan
dilaksanakan dan diakhiri.
E.Who (siapa),
Membicarakan masalah siapa yang akan melaksanakan program
tersebut.
F.HOW (bagaimana).
Membicarakan masalah bagaimana cara melaksanakan program
yang direncanakan tersebut.
Dengan melakukan kategori di atas, maka seorang
manager akan mudah dalam melaksanakan program atau kegiatan yang
direncanakannya. Hal ini dikarenakan, metode yang dilakukannya terpola secara
baik dan berkesinambungan yang melibatkan berbagai macam objek penunjang
pelaksanaan program atau kegiatan.
Dilain hal, sebeuh perencanaan yang baik dan efektif haruslah memiliki
criteria-kriteria sebagai berikut :
1. Logis dan Rasional. Artinya, apa yang
dirumuskan dapat diterima oleh akal, dan oleh sebab itu maka perencanaan
tersebut bisa dijalankan.
2. Komprehensif. Perencanaan yang baik juga harus
memenuhi syarat komprehensif.
Artinya menyeluruh dan mengakomodasi
aspek-aspek yang terkait langsung terhadap perusahaan. Perencanaan yang
baik tidak hanya terkait dengan bagian yang
harus kita jalankan, tetai juga dengan mempertimbangkan koordinasi dan
integrasi dengan bagian lain di perusahaan.
3. Fleksibel. Artinya, perencanaan yang baik
diharapkan dapat beradaptasi dengan perubahan dimasa yang akan datang,
tapi bukan berarti perencanaan itu dapat
diubah seenaknya.
- Komitmen.
Perencanaan yang baik harus merupakan dan melahirkan komitmen
terhadap
seluruh anggota organisasi untuk bersama-sama berupaya mewujudkan tujuan
organisasi. Komitmen dapat dibangun dalam sebuah perusahaan jika seluruh
anggota di perusahaan beranggapan bahwa perencanaan yang dirumuskan telah
sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi.
- Realistis,
perencanaan yang baik perlu memenuhi persyaratan realistis. Artinya, apa
yang dirumuskan oleh perusahaan sesuai dengan fakta dan wajar untuk
dicapai dalam kondisi tertentu yang dihadapi perusahaan.
2.3 batasan dalam Perencanaan Dalam
Manajemen
A.BatasanPerencanaan
Menurut Newman perencanaan
(planning) is deciding in advance what is to be done. Sedangkan menurut A.Allen
planning is the determination of a course of action to achieve a desired
result.
Pada dasarnya yang dimaksud dengan perencanaan yaitu memberi jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan apa ( what ) siapa ( Who ) kapan (When) dimana ( When )
mengapa ( why ) dan bagaimana ( How ) jadi perencanaan yaitu fungsi seorang
manajer yang berhubungan dengan pemilihan dari sekumpulan kegiatan-kegiatan dan
pemutusan tujuan-tujuan, kebijaksanaan-kebijaksanaan,serta,program-program,yang,dilakukan.
Seperti halnya menterjemahkan kata
manajemen, mengenai batasan atau definisi Manajemen-pun, terdapat berbagai
pendapat berbagai pendapat masing - masing ahli atau tokoh pemikir manajemen
mengemukakan definisinya, Walaupun demikian pada perinsipnya terdapat persamaan
yang Mendasar.
Untuk memberikan latar belakang
pengetahuan mengenai batasan manajemen tersebut, sebagai bahan perbandingan
dibawah ini diberikan pendapat beberapa tokoh / ahli baik dari luar
negeri.
Dalam Webster's Dictionary :Management
is the act of managing, skill in directing administration (Manajemen adalah
tindakan mengendalikan, kecakapan dalam menjuruskan administrasi)
John D. Millet Management is the
process of directing and facilitating the work of people organizad informal
group to achieve desized goal (Manajemen adalah proses pembimbingan, penyediaan
fasilitas - fasilitas kerja terhadap orang - orang yang tergabung dalam suatu
organisasi resmi untuk mecapai sesuatu tujuan)
Harold Koontz Cyril O'Donnel :Management
is getting things done through the effort of other people (Manajemen adalah
penyelesaian pekerjaan melalui kegiatan - kegiatan orang lain)
George R. Terry :Management is
the accomplishing of a predetermined objective through the effort of other
people (Manajemen adalah proses pencapaian tujuan yang telah di tetapkan
terlebih dahulu, dengan mempergunakan kegiatan orang lain.)
2.4
unsur dan elemen dari Perencanaan
Unsur-unsur Perencanaan
Perencanaan yang baik harus dapat menjawab enam pertanyaan yang disebut sebagai
unsur-unsur perencanaan yaitu :
1. Tindakan apa yang harus dikerjakan
2. Apa sebabnya tindakan tersebut harus dilakukan
3. Dimana tindakan tersebut dilakukan
4. Kapan tindakan tersebut dilakukan
5. Siapa yang akan melakukan tindakan tersebut
6. Bagaimana cara melaksanakan tindakan tersebut.
2.5 klasifikasi perencanaan manajemen
Mengenai macam corak dan isi perencanaan, dalam literatur
dikenal berbagai sudut tinjauan, yaitu:
a. Dari segi jangka waktunya, The Liang
Gie (1978) membedakan perencanaan atas:
1) Perencanaan jangka pendek (satu
tahun),
2) Perencanaan jangka panjang (lebih dari satu tahun).
Sutardi
dan Damini (1988), juga Hasibuan (opcit), begitupun Syamsi
(1994), dan Soekartawi (1990)
serta Kunarjo (1993) membedakan perencanaan
dilihat dari jangka waktunya yaitu:
1) perencanaan jangka pendek (short–range planning). Jangka waktunya sampai 1 atau 2 tahun, dilakukan oleh manajer
bawah, bersifat operasional.
2) perencanaan jangka menengah (intermediate planning).Jangka waktunya 2 - > 10 tahun, dilakukan oleh manajer
menengah, bersifat taktis
3) Perencanaan jangka
panjang (long-range planning). Jangka
waktunya ≥ 10 tahun, dilakukan oleh
manajer puncak, bersifat str`tegis.
b. Dari segi ruang lingkupnya, The
Liang Gie (opcit) membedakan:
1) perencanaan nasional (umumnya untuk
mengejar keterbelakangan suatu bafgsa dalam berbagai bidang)
2) perencanaan daebah (untuk menggali
potensi sesuatu wilayah dan mengembangkan kehidupan masyarakat wilayah itu)
3) perencanaan kota (untuk mengatur pertumbuhan kota, menertibkan
penggunaan tempat dan memperindah cobak kota).
Westra
dkk& (1980) membagi corak dan isi perencanaan dari sudut ruang lingkupnya,
yaitu:
1) Perencanaan nasional
2) Perencanaan regional (daerah)
3) Perencanaan lokal yang terdiri dari:
a) perencanaan kota
b) perencanaan desa (untuk menggali
potensi sesuatu desa serta iengembangkan masyarakat desa tersebut.
Sutardi dan Damini (opcit)
mengklasifikasikan perenc`naan dari segi ruang lingkupnya, yaitu:
1) perencanaan internasional (international planning);
2) perencanaan nasional (national planning);
3) perencanaan daerah (regional planning);
4) perencanaan umum (general planning); meliputi:
a) perencanaan tenaga kerja, b)
perencanaan biaya, c) perencanaan peralatan, dan d) perencanaan mesin-mesin;
5) perencanaan
khusus (special planning)
c. Selanjutnya, Sutardi dan Damini
(ibid) mengklasifikasi perencanaan dari segi orang yang membuatnya yaitu:
1) perencanaan perseorangan (individual planning)
2) perencanaan staf (staf planning)
3) perencanaan panitia (committee planning)
4) perencanaan pengawas (supervisor planning).
d. Selain dari itu, Perencanaan dapat
dibedakan menurut materi atau bidang kerja yang dicakupnya, seperti:
industrialisasi, pendidikan, kesehatan atau pertahanan Negara. Masya dkk.
(1978) dengan klasifikasi, yaitu:
1) perencanaan kepegawaian (personnel planning)
2) perencanaan keuangan (financial planning)
3) perencanaan industri (industrils planning)
4) perencanaan pendidikan (educational planning)
Dalam bidang ini masih banyak yang tidak disebutkan,
sepertinya: perencanaan perkantoran (office
planning), perencanaan peralatan (materials
planning) perencanaan pemasaran (marketing
planning). Dst.
e. Di samping itu, Westra dkk. (opcit)
menambahkan macam corak dan isi
perencanaan dari segi tata jenjang organisasi dan tingkat kedudukan manajer
yang dapat dibedakan:
1) perencanaan haluan (policy planning)
2) perencanaan program (program planning)
3) perencanaan langkah (operational planning)
Pembagian ini sama dengan pendapat J.M. Pfiffner dengan
sebutan menurut “tingkatan proses”
perencanaan.
f. Juga Abdulrachman (1973)
mengemukakan bahwa macam-macam rencana dapat ditinjau dari sudut umum/khusus,
yaitu:
1) rencana umum (general plan)
2) rencana khusus (special plan)
3) rencana semesta (overall plan)
4) rencana kejalaan (network plan)
g. Kunarjo (opcit) membagi dua kategori
perencanaan dilihat dari arus informasi, yaitu:
1) perencanaan dari atas ke bawah (top down planning),
2) perencanaan dari bawah ke atas (botton up planning)
Kemudian dapat ditambahkan dengan perencanaan dari arus horizontal
(horizontal planning)
Saragih (opcit) dan Lubis (1985)
membagi perencanaan dalam dua bagian, yaitu: 1) perencanaan physic (physical planning) 2) Perencanaan
pembiayaan (cost planning). Sedangkan
Hanna dalam Salusu (1996) membagi tiga jenis perencanaan, yaitu: 1) perencanaan
jangka panjang (long range planning,
2) perencanaan stratejik (gis), dan 3) perencanaan jangka pendek
2.6 Pembagian Perencanaan
Dalam setiap organisasi,
perencanaan disusun dalam suatu hierarki yang sejalan dengan struktur
organisasi. Pada umumnya hierarki perencanaan memiliki dua fungsi, yaitu:
- Menetapkan tujuan yang akan dicapai pada hierarki yang
lebih rendah,
- Sebagai alat untuk mencapai perangkat tujuan pada
hierarki yang lebih tinggi berikutnya.
Stoner dan Wankel (1986:189)
mengklarifikasikan rencana menjadi dua jenis utama yaitu:
- Rencana strategis (strategic plan)
- encanaan strategis adalah proses pemilihan tujuan
organisasi, penentuan kebijakan dan program yang perlu untuk mencapai
sasaran dan tujuan tertentu, serta penetapan metode yang perlu untuk
menjamin agar kebijakan dan program strategis itu dilaksanakan. Lebih
singkatnya, perencanaan strategis adalah proses perencanaan jangka panjang
yang formal untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi.
Akan tetapi meskiun dianggap
penting,perencanaan strategis memiliki kelebihan dan kekurangan.
- Kelebihan menggunakan rencana strategis yaitu:
- Manajer dapat menentukan tujuan sacara jelas dan metode
pencapaiannya kepada organisasi.
- Membantu manajer mengantisipasi permasalahan sebelum
muncul dan memecahkannya sebelum menjadi lebih buruk.
- Membantu manajer mengenal peluang yang mengandung
resiko dan peluang yang aman dan memilih di antara peluang yang ada.
- Mengurangi kemungkinan deviasi dan kejutan yang tidak
menyenangkan, karena sasaran, tujuan dan strategi untuk penelitian yang
saksama
- Manajer dapat memperbesar kemungkinan untuk membuat
keputusan yang tahan menghadapi ujian waktu.
- Kelemahan menggunakan rencana strategis yaitu:
- Bahaya terciptanya birokrasi besar pada perencanaan
yang dapat menghilangkan hubungan dengan produk dan perencanaan.
- Kadang-kadang perencanaan strategis cenderung membatasi
organisasi pada pilihan yang paling rasional dan bebas resiko.
- Rencana operasional (operational plan)
Rencana operasional memberikan
deskripsi tentang bagaimana rencana strategis dilaksanakan. Rencana operasional
terdiri atas rencana sekali pakai dan rencana tetap.
- Rencana operasional (single use plan)
Rencana sekali pakai dikembangkan
untuk mencapai tujun tertentu dan ditinggalkan manakala tujuan tersebut telah
dicapai.Bentuk utama rencana sekali pakaiantara lain:
- Program (programs)
Program mencakup serangkaian
aktivitas yang relatif luas.Suatu program menjelaskan:
- Langkah-langkah utama yang diperlukan untuk mencapai
suatu tujuan;
- Unit atau anggota yang bertanggung jawab untuk setiap
langkah;
- Urutan serta pengaturan waktu setiap langkah.
- Proyek (project)
Proyek adalah bagian program yang
lebih kecil dan mandiri.Selain pryek memiliki cakupan terbatas dan petunjuk
yang jelas mengenai tugas dan waktu.
- Anggaran(budget)
Anggaran adalah pernyataan tentang
sumber daya keuangan (finansial resaurce) yang disediakan untuk kegiatan
tertentu dalam waktu tertentu pula.Anggaran merupakan komponen penting dari
setiap program dan proyek.
- Rencana tetap (standing plan)
Rencana tetap merupakan pendekatan
yang sudah dilakukan untuk menangani situasi yang terjadi berulang (repetitive)
dan dapat diperkirakan. Bentuk utama rencana tetap,antara lain:
- Kebijakan (policy)
Kebijakan adalah suatu pedoman umum
dalam pengambilan keputusan, yang berhak membuat kebijakan dalam suatu
organisasi adalah menejer puncak (top manager).
- Proses standar (stansard procedur)
Inplementasi kebijakan dilakukan
melalui garis pedoman lebih detail yang disebut prosedur standar atau metode
standar.
- Peraturan (rules)
Peraturan adalah pernyataan bahwa
suatu tindakan harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan dalam situasi
tertentu.
2.7
filsafat manjemen
Secara etimologi filsafat berasal
dari bahasa Yunani yang terdiri atas philein
dan spohia. Philein artinya cinta dan spohia berarti kebijakan. Filsafat
berarti cinta kebijakan. Filsafat juga berarti hasrat, kemauan, atau keinginan
yang sungguh- sungguh akan kebenaran sejati.
Jadi , pengertian filsafat secara umum sebagai
ilmu pengetahuan yang mengkaji hakikat segala sesuatu untuk meperoleh
kebenaran. Ilmu pengetahuan tentang hakikat menanyakan apa
hakikat/sari/inti/esensial segala sesuatu.
Moekijat
mengemukakan bahwa filsafat adalah suatu sistem pemikiran yang menjelaskan
gejala tertentu dan memeberikan serangkaian prinsip untuk memecahkan
permasalahan yang berhubungan dengan pencapaian suatu tujuan tertentu (Moekijat
1980 : 318). Singkatnya suatu filsafat adalah suatu cara hidup. Filsafat
memiliki:
1.
Tujuan tertentu,
2.
Beberapa nilai yang berhubungan
dengan pencapaian tujuan, dan
3.
Keyakinan pada pihak para penganut
bahwa nilai dan tujuan akhir bernilai untuk dikejar.
Filsafat adalah petunjuk utama yag
menggarisbawahi semua tindakan dari seorang manajer.
Filsafat manajemen adalah bagian
terpenting dari pengetahuan dan kepercayaan yang memberikan dasar yang luas untuk menetapkan pemecaha masalah
manajerial. Filsafat manajemen memberikan
dasar bagi pekerjaan seorang manajer. Filsafat manajemen juga memberikan desain
sehingga seorang manajer dapat mulai berpikir .
Filsafat manajemen memberikan pemikiran dan tindakan yang menguntungkan
dalam manajemen dan membantu kepada sifatnya yang dinamis dan memberikan tantangan.
Dalam
filsafat majemen, terkandung dasar pandangan hidup yang mencerminkan
keberadaan, identitas, dan implikasinya guna mewujudkan efisiensi dan
efektivitas dalam pekerjaan manajemen. Untuk merealisasikan tujuan, diperlukan
beberapa faktor penunjang sehingga merupakan kombinasi terpadu, baik menyangkut
individu maupun kepentingan umum.
Menurut Davis dan Filley dalam Ukas ( 1978) terdapat faktor- faktor
dasar dalam filsafat manajemen yang diperlukan dan memiliki hubungan saling
ketergantungan satu sama lain dalam
mencapai tujuan. Faktor – faktor dasar
tertentu meliputi hal- hal berikut .
1.
Kepentingan umum
Hal ini dimaksudkan bahwa dalam
penyelenggaraan suatu organisasi harus terlihat adanya cermina deskripsi berbagai
kepentingan, baik kepentingan pemilik, manajer, para bawahan, maupun
kepentingan masyarakat lingkungannya.
2.
Tujuan usaha
Tujuan usaha adalah perwujudan
aktivitas yang spesifik dari organisasi, baik organisasi yang bertujuan mencari laba maupun organisasi yang tidak
bertujuan mencari laba. Tujuan usaha pada umumnya dapat dikategorikan dalam
tiga bentuk, yaitu tujuan utama, tujuan kedua, tujuan tambahan.
3.
Pimpinan pelaksana
Pimpinan pelaksana adalah individu
yang memberikan kepercayaan untuk memimpin suatu usaha dengan menggunakan
otoritas yang telah diberikan kepadanya.
4.
Kebijakan
Kebijakan adalah pernyataan atau
ketentuan umum yang menuntun atau menyalurkan pemikiran menjadi pengambilan
keputusan oleh bawahan, serta memberikan
arah kemana organiasi tersebut akan dikemudikan.
5.
Fungsi
Fungsi adalah aktifitas yang
berhubungan denga tujuan yang akan dicapai. Setiap organisasi sebagaimana
halnya individu pasti memiliki tujuan yang akan dicapai.
6.
Faktor dasar
Faktor dasar memiliki faktor-faktor
produksi asli atau turunan, baik berupa alam, tenaga, modal, serta pendukungnya
yang merupakan elemen yang harus ada dalam penyelenggaraan organisasi.
7.
Struktur organisasi
Struktur organisasi adalah saluran yang menunjukan hubungan kerja
antara manajer dan bawahan dalam melaksanakan pekerjaan yang disertai dengan
otoritas dan tanggung jawab serta kesanggupan untuk tanggung gugat/
mempertanggung-jawabkan (accountability).
8.
Prosedur
Prosedur adalah tahapan tindakan
yang harus ditempuh untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu.
9.
Moral kerja
Moral kerja adalah kondisi mental
dari individu atau kelompok yang menentukan sikap bawahan dalam menerima
pekerjaan dan pengoperasikannya dengan sebaik-baiknya sesui dengan tujuan akhir
.
2.8
teori Manajemen menurut beberapa ahli
1. Menurut Drs. Oey Liang Lee mengartikan manajemen adalah ilmu dalam
perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan dari
manusia untuk menentukan capaian tujuan sebagaimana yang telah ditetapkan.
2. Pengertian manajemen menurut James A.F. Stoner
adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunaan terhadap sumberdaya
organisasi lainnya supaya tujuan organisasi dapat tercapai sesuai dengan yang
ditetapkan.
3. Pengertian manajemen menurut R. Terry adalah
suatu proses khas terdiri tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian,
penggerakan dan pengontrolan yang dilakukan dalam menentukan serta mencapai
target yang sudah ditetapkan lewat pemanfaatan sumberdaya manusia dan lainnya.
4. Pengertian manajemen menurut Lawrence A.
Appley adalah suatu seni untuk mencapai tujuan tertentu lewat usaha yang
dilakukan oleh orang lain
5. Pengertian manajemen menurut Horold Koont dan
Cyril O’Donnel adalah suatu usaha untuk mencapai tujuan lewat kegiatan orang
lain.
6. Pengertian manajemen menurut stoner adalah
suatu proses dalam membuat perencanaan, ppengorganisasian, mengendalikan dan
memimpin segala macam usaha daripada anggota organisasi dan menggunakan segala
sumber daya organisasi dalam mencapai sasaran.
7. Pengertian manajemen menurut Wilson Bangun
adalah suatu rangkaian aktivitas yang dikerjakan oleh para anggota organisasi
agar tujuan dapat tercapai dengan rangkaian yang teratur dan tersusun baik.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Perencanaan merupakan
tahapan paling penting dari suatu fungsi manajemen, terutama dalam menghadapi
lingkungan eksternal yang berubah dinamis. Dalam era globalisasi ini,
perencanaan harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis,
bukan hanya pada intuisi dugaan.
Perencanaan merupakan sebuah proses dengan apa para manajer
memvisualisasi dan mendeterminasi langkah-langkah masa mendatang yang menuju ke
arah realisasi sasaran-sasaran yang diinginkan. Semua kegiatan manajerial
didasarkan dengan rencana yang sudah ditetapkan. Rencana menentukan ke mana
organisasi dan kegiatan-kegiatannya akan diarahkan. Ini berarti bahwa maksud
dari tiap rencana dan semua rencana-rencana turunan adalah membantu pencapaian
tujuan organisasi.
Pentingnya perencanaan dalam organisasi dapat dilihat dari keuntungan
perencanaan, yaitu meningkatkan fokus dan fleksibilitas, meningkatkan
koordinasi, meningkatkan kontrol, serta memperbaiki manajemen waktu. Sedangkan
perencanaan sebagai suatu proses dapat dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu,
formulasi tujuan, diagnosis lingkungan, rencana strategi, rencana operasional,
dan implementasi rencana.
Perencanaan yang baik
dapat dilakukan apabila dapat diminimasi hambatan-hambatan dalam perencanaan.
Hambatan utama untuk perencanaan efektif yang berasal dari hambatan individual
ialah memprioritaskan tentang masalah-masalah hari ke hari, kekurangan
keterampilan perencanaan, reluktansi menentukan rencana dan tujuan, resistansi
personal untuk perubahan.
Suatu perencanaan juga terdapat berbagai hambatan dalam penetapan tujuan.
Hambatan tersebut antara lain tujuan yang tidak tepat, sistem penghargaan yang
tidak tepat, penolakan terhadap perubahan dan keterbatasan.
3.2 SARAN
Sebaiknya dalam mengambil keputusan dan tindakan dalam berbagai bentuk
organisasi menggunakan proses dasar manajemen berupa perencanaan. Dalam sebuah
prencanaan perlu memperhatikan sifat rencana yang baik untuk mencapai hasil
yang diinginkan.
DAFTAR
PUSTAKA
siswanto Bedjo Msi 2006 jakarta :PT Bumi
Aksara
R. Molz. “How Leaders Use Goals.” Long Range Planning.
Oktober 1987. p. 81.
F. Delmar dan S. Shane, “Does Business Planning Facilitate the Development of
New Ventures” Strategic Management Journal, December 2003, pp. 1165—1185.
Handoko, T. Hani. 1999. Manajemen. BPFE – Yogyakarta
Stoner, James A.F. 1996. Manajemen (Terjemahan). Penerbit Erlangga – Jakarta
Griffin. 2003. Pengantar Manajemen. Penerbit Erlangga - Jakarta
Hardjosoedarmo, Soewarso, Total Quality Manajemen Edisi Revisi, Yogyakarta:
Andi Yogyakarta, 1996
Sallis, Edward, Total Quality Manajement In Education, Jogjakarta: IRCiSoD,
2010
Solihin, Ismail, Pengantar Manajemen, Jakarta: Penerbit Erlangga, 2010